?

Log in

 
 
05 May 2012 @ 12:50 pm
Oksimoron, Kontradiksi, dan Anti-klimaks dibalik "Party queen"  
Ini bukan pembelajaran bahasa, bukan.
Ini juga bukan semacam Kupas Tuntas, beda.
Ini juga bukan ulasan musik dan promosi, mungkin sedikit sih.


Supaya tidak membingungkan, saya jelaskan dulu apa itu Party queen.

Party Queen adalah album ke-13 yang dirilis oleh Ayumi Hamasaki pada 21 Maret 2012. Sekalipun menyongsong tema dan memiliki nama yang terdengar ceria, faktanya album ini memiliki pesan yang sama sekali berlawanan dengan persepsi orang pada umumnya. Sebagai contoh, sampul (atau katakanlah cover) dari album ini cukup kontroversial diantara para penggemarnya, karena menampilkan hal yang tidak pernah diharapkan oleh para penggemarnya sama sekali. Hal itulah yang akan dijelaskan lebih lanjut.

Ketahuilah bahwa, Party Queen dan Party queen yang saya maksud disini adalah berbeda, huruf kapital Q merupakan judul album, tetapi huruf q yang bukan kapital merupakan judul lagu yang ada di dalam album itu sendiri, yang penamaanya memang mirip (hampir serupa). Jadi jangan heran saat melihat sampulnya nanti. Itupun juga jika berminat.

Pertama-tama, saya mengajak para pembaca untuk mengenal lirik lagunya terlebih dahulu.
[Lirik lagu! (click to open)]

Party queen! Party queen!
Party queen! Party queen!
Party queen! Party queen!

Saturday night☆
Just a little earlier than usual, “kanpai”
The tension quickly escalates

Just like magic, rosy colors before my eyes
I want to be fascinated with these gold bubbles here

It’s ok to let it get to your head
Let go and let it get to your head
This is the centre of the world, and I’m the princess

The world is sparkling with light, let only convenient things
And fun things come into my sight
I am the party queen! I am the party queen!

We need a drink☆
Friends gather and “kanpai”
And we continue with nothing but that till morning

All you people here
And all you people over there
It’s as if everyone’s already friends and family

The world is spinning round and round, who are you again?
I don’t even know who I am anymore


It doesn’t matter if the world is up or down, left or right
As long as we wish for it, we can go anywhere
I am the party queen! I am the party queen!
I am the party queen! I am the party queen!

Tomorrow’s hangover and retrospection, just forget them now
“If that’s too difficult for you, I won’t drink with you again”

The world is sparkling with light, let only convenient things
And fun things come into my sight

The world is spinning round and round, and we keep on repeating
No matter how many painful experiences come, we will never be defeated

I am the party queen! I am the party queen!
I am the party queen! I am the party queen!

—–

*The kanji ayu uses for the word family in verse 2 is “兄妹”, which specifically means “big bro and little sis”.

Credit to Misa-chan @ AHS Forum - Original Source and Translation goes here http://misachanjpop.wordpress.com/2012/03/20/party-queen-ayumi-hamasaki/

Berhubung lagu ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari (Baca: Indonesia) saya hanya menggarisbawahi kalimat yang paling "ironi" dan muncul disana. Faktanya, jika diterjemahkan pun, artinya kemungkinan menjadi lain, jadi lebih baik dijelaskan saja intinya nanti.


"Dunia terus berputar dan berputar, siapakah dirimu? Aku bahkan tidak mengenal lagi siapa diriku."


Jadi apanya yang oksimoron, kontradiksi, dan anti-klimaks?

Seperti yang dilansir oleh beberapa artikel dan juga majalah yang me-review album ini dengan interview khusus dari sang artis, sebenarnya sesuatu yang berkilauan itu belum tentu emas, jika anda mengerti maksud saya.

Berikut sebuah kutipan tentang ulasan lagu yang dimaksud di album ini. (I = Interviewer, A = Ayumi)

I : In title track 「Party queen」, the last line was “No matter how many painful experiences come, we will never be defeated”.

A : “For me, this song sounds full of sorrow. On first listen, it sounds like a poppish, sparkly, bright song, but for me, it sounds really sad because the song is all sparkly because darkness is just standing and waiting at the edge. For example, even though the curtains on stage have been pulled shut, the dancers still continue dancing, full of enjoyment, while it seems comical and ridiculous to me… But I like it. Ahh~, I’m so dark! (laugh)”

--S Cawaii! 2012 April, Translation by Misa-Chan @ AHS Forum, credit goes here
http://misachanjpop.wordpress.com/2012/03/12/s-cawaii-2012-apri-ayu-feature-article/
"Menurut saya, lagu ini sebenarnya penuh dengan kesedihan. Saat pertama kali mendengarkan, kedengarannya seperti musik pop yang bersinar, tapi untuk saya pribadi, lagu ini terdengar sangat sedih, karena lagu ini bisa dikatakan sepenuhya bersinar tapi ada kegelapan berdiri dan menanti di ujungnya. Contohnya, sekalipun saat tirai pada sebuah panggung telah tertutup rapat, ada para penari yang tetap terus menikmati suasana tariannya, sementar itu saya yang ada di dalam sedang merasakan kegelapan, terdengar lucu dan bodoh di saat yang bersamaan."

Pada dasarnya, lagu Party queen bercerita tentang seorang wanita (emang ada queen yang pria?) yang kelihatannya sudah sangat terbiasa dengan suasana pesta, khususnya pada saat sabtu malam. Dia terlarut dan termabuk dalam suasana pesta, selalu ingin melihat hal-hal yang berkilauan di tengah gelapnya malam, dan terus merasakan kebahagiaan. Saking terlalu menikmati suasana tersebut, dia lupa dengan realita yang dia tinggalkan, karena sejauh apapun dia pergi meninggalkan hal tersebut, pada akhirnya dia harus kembali juga.


Besok mungkin aku akan mabuk dan melakukan retrospeksi, lupakan pikiran seperti itu. "Jika itu terlalu sulit untuk kamu hadapi, aku tidak mau minum denganmu lagi!"


Bukan hal yang baru jika seorang Ayumi Hamasaki menuliskan sesuatu atau membuat pernyataan dengan begitu jelas dan straight to the point, rasanya tidak semua orang (atau katakanlah, artis) bisa berkata seperti itu. Supaya bisa menyampaikan pesan yang berkata bahwa ada kegelapan di balik cahaya berkilauan yang dilalui artis setiap hari, muncullah tema dengan judul ini, yang kemudian juga kontroversial, dan resikonya dia sendiri kehilangan rekor mendapat peringkat #1 untuk penjualan albumnya, tapi ada yang lebih penting yaitu pesan yang ingin diberikan di lagu ini bisa sampai hampir kepada semua orang.

Seringkali, untuk menyampaikan sebuah pesan kepada publik saja, dibutuhkan pengorbanan yang tidak mudah, ada kalanya kita harus merasa tersiksa dan tertekan terlebih dahulu, sehingga orang-orang bisa menilai hal yang baik dan hal yang buruk dari sebuah kejadian. Ada kalanya kesalahan dan resiko yang diambil seseorang akan menjadi teladan untuk orang lain di kemudian hari, sehingga orang yang mengikuti teladan tersebut tidak melakukan kesalahan yang serupa.

Dunia terus berputar dan berputar, dan kita terus mengulanginya. Tidak peduli seberapa banyak pengalaman yang menyakitkan itu datang, kita tidak akan pernah terkalahkan.


Ada makna refleksif yang tersembunyi di kalimat ini. Atau dengan istilah yang lebih berat, kesesatan gramatikal, atau juga Amphiboly Verbal Fallacies. Katakanlah jika anda tidak paham, kalimat ini akan menjadi pesan moral yang tidak sehat, tapi jika anda paham, kalimat ini merupakan sejenis kalimat pemberi semangat dan bermakna positif.

...

...


...

Berhubung pikirannya sudah buntu, maka post ini berakhir sampai disini saja.
Sebagai bonus, ini adalah Party queen dibagian chorus, jika anda penasaran seperti apa lagunya.

 
 
Now Playing: 浜崎あゆみ - alterna | Powered by Last.fm